Informasi Bayi dan Kehamilan dari Jepang

22 4月

Mengenai tidur bayi yang tengkurap

Menurut generasi orang tua dahulu, tidurkan saja bayi dalam keadaan tengkurap. Hal tersebut dikatakan baik untuk paru-parunya. Bahkan penulis pun, menurut orang tua penulis, sewaktu bayi ditidurkan secara tengkurap. Untuk beberapa bayi, dengan tidur tengkurap, waktu tidurnya ada yang menjadi lebih lama karena bayi menyukai posisi ini. Apa yang dikatakan para ahli mengenai tidur tengkurap ini ?

Q: Anak saya yang berusi 3 bulan belakangan ini mulai bisa membalikkan tubuhnya. Bila ditidurkan terlentang, ia pasti akan memutar tubuhnya kemudian tidur dengan posisi tengkurap. Saya dengar bayi yang tidur tengkurap ada resiko mati mendadak (SIDS), namun apakah bila ia tidur tengkurap harus dibalikkan kembali menjadi terlentang ? Ia sendiri bila tidur tengkurap, bisa tidur nyenyak & lebih lama.

A: Bayi anda yang telah bisa membalikkan tubuhnya entah sejak kapan telah mulai mengubah posisi tidurnya dari terlentang menjadi tengkurap. Hal ini tentu mengejutkan ibunya. Bermain dengan posisi tengkurap penting untuk mendorong perkembangan gerak & saraf motorik bayi, namun tidur tengkurap sering ada kekhawatiran dari orang tua akan mati mendadak (Sudden Infant Death Syndrome-SIDS) atau sesak nafas. SIDS dikatakan memiliki hubungan dengan belum matangnya pusat saraf pernapasan, namun bila sang bayi telah bisa tidur tengkurap sendiri, dapat dikatakan bahwa pusat saraf pernapasannya juga telah ikut berkembang.

Sesak nafas dapat terjadi pada bayi yang lehernya belum bisa kuat dan ditidurkan tengkurap. Selain itu, bila di sekitarnya terdapat selimur yang empuk atau benda-benda yang dapat menutupi wajah bayi, tidur tengkurap bisa membahayakan.

Tidur tengkurap dapat menyebabkan tidur bayi lebih nyenyak daripada tidur terlentang, sehingga bila berhati-hati terhadap bahaya sesak nafas, tidur tengkurap bukanlah hal yang buruk. Tetapi karena wajah bayi yang tidur tengkurap tidak terlihat, bila bayi tiba-tiba merasa tidak enak, masalah ini sukar disadari.

SIDS dapat terjadi pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan.

Kesimpulan: Tidur tengkurap tidak bisa dikatakan sebagai bahaya, namun hingga bayi berusia 6 bulan, usahakan agar bayi tidur terlentang menghadap ke atas.

dr Watanabe Sp Anak di Rumah Sakit Pusat Perfektur Yamagata (Yamagata Kenritsu Chuo Byouin)

13 4月

9 Rambu Menjemur Bayi

175605p.jpg  Diambil dari Kompas 11 April 2008 

  • Berjemur 15 menit dipagi hari akan memberi begitu banyak manfaat bagi bayi. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Ayo!

“Loh bayiku kan tidak kuning, jadi untuk apa dijemur?” Mungkin Anda bertanya seperti itu dalam hati. Namun, simaklah manfaatnya. Memang benar, sinar matahari pagi membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi kuning. Namun, sinar matahari pagi juga tetap membawa segudang manfaat bagi bayi-bayi sehat.

Bayi baru lahir, umumnya memiliki kecenderungan kuning karena organ hatinya belum berfungsi sempurna dalam mengolah bilirubin. Ini yang dinamakan kuning fisiologis. Nah, sinar matahari pagi memiliki spektrum sinar biru yang bermanfaat mengurangi kadar bilirubin dalam darah.

Kegunaan sinar matahari pagi Berikutnya adalah menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokannya. Alhasil, suara ngrok-ngrok napas bayi, terutama yang berbakat alergi, dapat dikurangi. Apalagi kalau sambil dijemur dalam posisi telentang, dada bayi–dari bagian bawah menuju ke leher–ditepuk-tepuk dengan lembut.

Jangan lupa, sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan vitamin D dalam tubuh. Vitamin ini diketahui berfungsi sebagai pembuka kalsium agar mudah terserap ke dalam aliran darah, sampai akhirnya menyatu di dalam tulang. Paparan yang dibutuhkan tak perlu lama, cukup sekitar 15 menit pada pagi hari.

Perhatikan Waktu  
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dan menghindari bayi dari dampak yang tidak diinginkan ada 9 rambu yang sebaiknya dicermati saat menjemur bayi. Apa saja itu?

1. Pilih waktu yang tepat
Waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi adalah pagi hari antara pukul 07.00-08.00 selama kurang lebih 15 menit. Jangan terlalu lama karena kulit bayi masih sensitif dan Jangan menjemur si kecil lebih dari pukul 08.00. Paparan sinar mentari menjelang siang hari mengandung sinar ultraviolet A dan B yang dapat merusak membran kulit sehingga menyebabkan kulit merah dan terbakar serta merusak mekanisme regenerasi sel.

2. Tidak menggunakan baju
Menjemur bayi dalam keadaan dada telanjang (hanya menggunakan celana/popok saja) dan bolak balikkan tubuhnya. Dengan begitu tak hanya bagian dada saja yang disinari matahari, namun juga bagian punggungnya. O, iya, perhatikan mata. Usahakan mata si kecil membelakangi pancaran sinar matahari untuk menghindari risiko rusaknya lensa dan retina matanya.

3. Pilih lokasi yang tidak terlalu terbuka
Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung. Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari, juga sudah memenuhi syarat kok. Bila cuaca sedang berangin, jemurlah si kecil di dalam ruangan (berkaca). Asal kacanya bening, bayi masih dapat menikmati pancaran sinar matahari yang cukup menghangatkan.

4. Tidak ada batasan usia
Mengingat begitu banyak manfaat yang diperoleh, tak ada batasan usia untuk menjemur bayi di pagi hari. Umumnya bayi baru lahir sampai usia 1 minggu secara rutin dijemur demi mencegah/mengurangi tingginya kadar bilirubin. Namun bila setelah itu kebiasaan menjemur ini terus berlangsung juga tidak akan ada ruginya. Sinar matahari merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Asal tahu saja, pembentukan tulang akan terus berlangsung hingga usia 20 tahun.

5. Waspadai bila bayi sensitif
Bayi fotosensitif sebaiknya tidak terpapar sinar matahari karena kulitnya sangat sensitif. Menjemurnya hanya akan menimbulkan bercak-bercak meral pada kulit.

6. Bayi prematur hendaknya jangan dijemur
Bayi prematur pun disarankan untuk tidak dijemur, apalagi pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Pada waktu itu bayi yang dilahirkan kurang bulan ini masih membutuhkan suhu yang stabil. Sementara saat dijemur, is mesti mampu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu luar. Ini dapat membahayakan keselamatannya.

7. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur
Hindari meninggalkan bayi sendirian ketika dijemur. Manfaatkan momen ini untuk melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat. Umpama, melakukan pijat bayi. Gunakan baby oil kala memijat. Minyak ini juga dapat sekaligus melindungi kulit dari kekeringan ketika dijemur.
Kalaupun pijat bayi tidak memungkinkan, ajaklah si kecil berbicara (Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengannya). Memang sih is belum mengerti obrolannya dengan Anda namun sebaaknya komunikasi seperti ini akan membuat hubungan antara Anda dan si kecil makin lekat. O, ya sambil ngobrol, beri is belaian lembut. Meski gerakan ini begitu sederhana namun manfaatnya amat besar yakni dapat membentuk rasa aman pada bayi yang akan berpengaruh pada rasa percaya dirinya kelak.

8. Bersih-bersih bisa lebih detil
Jadwal menjemur bayi umumnya dilakukan sebelum is mandi. Gunakan momen ini untul melakukan kegiatan bersih-bersih dengan lebih detail. Misal dengan membersihkan bagian tubuh bayi yang kerap terlewat—seperti lipatan di sekitar daun telinga, paha dan tangan bayi—dengan kapas yang ditetesi baby oil. Setelah kotorannya terangkat, bayi bisa segera dimandikan.

9. Hati-hati hipertemi
Bila paparan sinar mentari begitu terik, kurangi waktu menjemurnya. Jika kelamaan bayi dikhawatirkan mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh). Suhu ideal bayi antara 36,5°-37,5° C. Kondisi hipertermi berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh  bayi, otak dan juga fungsi organ lainnya.

Oleh : Utami Sri Rahayu
Sumber : Tabloid Nakita

13 4月

Aktivitas Selama Hamil Bikin Jantung Bayi Sehat

kehamilan01.jpgDiambil dari Kompas 9 April 2008

SEMUA orang tahu olahraga merupakan cara yang baik untuk memelihara stamina tubuh. Tak hanya itu, tubuh bahkan bisa lebih langsing dan tampak bagus.
 
Ternyata, bagi wanita hamil, olahraga juga punya manfaat. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa saat seorang calon ibu bekerja keras atau melakukan aktivitas fisik, janinnya akan mendapatkan efeknya, yakni jantung si janin makin kuat dan sehat. Setidaknya irama jantung tidak berdetak kencang melainkan melambat teratur. Demikian diungkapkan dalam pertemuan tahunan Experimental Biology 2008 di San Diego.

“Penelitian ini menyatakan bahwa seorang ibu yang melakukan aktivitas fisik tidak hanya mendapatkan manfaat bagi jantungnya sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi jantung si janin. Seperti hasil penelitian rintisan yang sudah dilakukan, kami berencana akan melanjutkan penelitian yang melibatkan banyak lagi wanita hamil,” ujar Linda E. May, dari Department of Anatomy di Kansas City University of Medicine and Biosciences.

10 orang wanita berpartisipasi dalam penelitian ini, separuhnya melakukan aktivitas fisik yang lain tidak. Gerakan janin seperti bernapas, gerak tubuh dan mulut dimonitor dan direkam selama 24 minggu.

Para peneliti menemukan melambatnya irama jantung secara berarti  yang terjadi selama para ibu ini melakukan aktivitas fisik. Sementara irama jantung janin pada para ibu yang tidak banyak beraktivitas justru lebih tinggi.

Source: HealthyDay News

13 4月

ASI, Sumber DHA dan ARA Terbaik

Diambil dari Kompas 25 Maret 2008 

ISTILAH DHA dan ARA mungkin sudah tak asing lagi khususnya di antara para orang tua yang memiliki bayi.  DHA (Docosahexaenoic acid) dan ARA (arachinoid acid) adalah asam lemak yang sangat penting (esensial) dan diperlukan bayi guna perkembangan otak dan ketajaman penglihatan.

Tak dapat dipungkiri bahwa masyarakat mulai mengenal istilah asam lemak ini justru dari iklan susu formula, di mana hampir semua produsen berlomba memperbanyak kandungan dua jenis asam lemak ini pada setiap produknya. Biasanya, susu formula yang mengandung DHA dan ARA harganya realtif lebih mahal dibandingkan yang tidak mengandung asam lemak tersebut.

Padahal, DHA dan ARA  sebenarnya merupakan dua di antara sekian banyak jenis nutrisi penting yang secara alami banyak terdapat dalam Air Susu Ibu. Bahkan kalaupun dibandingkan susu formula yang diperkaya dua asam lemak ini, kandungan DHA dan ARA dalam ASI masih jauh lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

¨DHA dan ARA banyak terdapat dalam ASI dengan komposisi yang sangat seimbang dan paling cocok buat bayi.  Jadi bisa dikatakan, ASI merupakan sumber DHA dan ARA  paling baik dan tak bisa ditandingi oleh susu formula apapun,¨ ungkap Dr. Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) , dari Divisi Saraf Anak Departemen Kesehatan Anak FKUI/RSCM, di Jakarta Selasa (25/3).

Dr. Hardiono menyatakan, meskipun kini banyak beredar susu formula yang mengklaim mengandung DHA dan ARA, tetapi belum tentu akan memberi dampak yang baik dan maksimal bagi pertumbuhan otak dan kecerdasan anak. 

¨Hampir semua produsen susu formula memasukkan berbagai benda dalam produknya tapi jumlahnya sedikit-sedikit. Padahal bila perbandingan  DHA dan ARA dalam susu formula tidak tepat, hasilnya tidak akan baik bagi anak.  Kecerdasannya tidak akan meningkat,¨ terangnya.

Sedangkan dalam ASI, lanjut Dr. Hardiono, kandungan DHA dan ARA sudah disesuaikan komposisinya secara alami . Prosentase dua jenis asam lemak ini menurut sebuah penelitian sangatlah bervariasi.  Tetapi untuk di Indonesia, angkanya tidak  jauh berbeda dengan negara tetangga seperti Malaysia. 

¨Ya, sekitar 0,4 atau  0,5% dari total asam lemak.  Tetapi meski jumlahnya sedikit, DHA dan ARA penting dalam perkembangan intelektual dan daya penglihatan anak,¨ tambahnya.

Dr Hardiono kembali mengingatkan bahwa ASI merupakan sumber nutrisi alami terbaik bagi bayi. Anak yang memperoleh ASI dari ibunya secara umum perkembangan otak dan jaringan sarafnya lebih baik daripada yang mendapatkan susu formula.

Melalui ASI, bayi akan mendapatkan DHA dan ARA yang diperlukan sebagai komponen utama lemak membran sel dan merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (LC-PUFA) utama dalam sistem saraf pusat.  DHA juga merupakan komponen utama membran sel fotoreseptor retina.

¨Otak tumbuh maksimal sejak 3 bulan terakhir dari masa kehamilan sampai kurang lebih usia 2 tahun. Karena itu, dalam periode tersebut bayi sebaiknya mendapat DHA dan ARA dalam jumlah cukup yang dapat diperoleh dari ASI,¨ ujarnya.

Guna memperoleh kandungan DHA dan ARA yang tinggi dalam ASI, para ibu hamil tentunya harus melakukan pola diet yang baik.  Penelitian membuktikan bahwa ketika ibu mendapat tambahan DHA dalam dietnya, kandungan DHA dalam ASI juga akan meningkat.

Selama menyusui, ibu-ibu bisa memperbaiki kualitas DHA dan ARA dalam ASI nya dengan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber DHA antara lain  ikan laut (misalnya salmon), minyak ikan, daging dan telur.

13 4月

Tidur Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Diambil dari Kompas 11 Februari 2008 

Sejak memiliki momongan delapan bulan lalu, Dandi (28) sering datang terlambat ke kantor.  Ia terlihat stres dan nampak bingung setiap kali akan  pulang ke rumah. 

“Aku sebenarnya kasihan sama istri dan kangen sama si kecil, tapi sejak punya bayi istriku marah-marah terus karena kalau malam dia tidak bisa tidur. Si kecil masih bangun berkali-kali di malam hari, menangis, walaupun sudah disusui tapi tidak tidur juga. Kita semua jadi kurang tidur dan lelah. Kalau siang si kecil juga rewel dan tak mau tidur siang.  Bagaimana cara mengatasinya?” ungkap Dandi.  

Biasanya komentar yang didapat seringkali bersifat normatif. ”Namanya juga bayi, wajar kalau rewel, bangun atau menangis tengah malam.” Tapi tahukah Anda bahwa tidur yang berkualitas merupakan hal yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang yang optimum pada bayi dan batita. Mengapa?

Saat bayi dan batita tidur aktivitas regenerasi sel-sel tubuh dan tumbuh kembang otak berlangsung pada puncaknya. Untuk mendapat tidur berkualitas,  bayi atau batita harus dapat melewati dua tahapan tidur, yaitu tidur dalam atau  fase tidur Non-Rapid Eye Movement (Non-REM) dan tidur aktif atau yang biasa disebut tidur REM.

Pada tahapan tidur tidur dalam (Non-REM), aktivitas otak regular masih terus berjalan. Umumnya pada fase ini pola pernapasan dan denyut jantung bayi teratur tanpa disertai mimpi. Fase Non-REM berperan penting dalam perbaikan sel-sel tubuh dan produksi hormon pertumbuhan yang maksimal sekitar 75%, hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan batita.

Sedangkan pada tahapan tidur aktif (REM), biasanya ditandai dengan adanya gerakan bola mata yang sangat cepat, detak jantung dan pernapasan yang terus meningkat dan tidak stabil dengan sering kali disertai mimpi. Pada tahapan ini metabolisme otak berada pada tingkat paling tinggi sehingga berpengaruh pada restorasi atau pemulihan emosi dan kognitif bayi dan batita. 
 
Tahapan tidur REM dan Non-REM terjadi bergantian dan membentuk suatu siklus tidur. Proporsi tidur REM pada awal bayi baru lahir adalah sebanyak 50%, dan akan terus berkurang seiring pertambahan usia bayi, sehingga menjadi hanya 20% saja dari keseluruhan siklus tidur. Pada anak lebih besar didominasi dengan fase tidur Non-REM.

Pola tidur bayi/batita akan berubah sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi baru lahir biasanya akan tidur selama 16 hingga 20 jam dalam satu hari. Pada usia ini pola tidur tidak teratur. Jumlah jam tidur antara siang dan malam hampir sama porsinya, dan lebih dipengaruhi rasa lapar dan kenyang si bayi. 

Pada usia 2 bulan - 12 bulan, bayi pada umumnya tidur 9 sampai 12 jam pada malam hari, dengan tidur siang 1 sampai 4 kali sehari. Pada usia 12 bulan hingga 3 tahun, seorang anak biasanya tidur selama 12 hingga 13 jam seharinya, dengan rata-rata tidur siang satu kali saja dalam sehari pada usia 18 bulan. Pada usia di atas 4 tahun, seorang anak dapat tidak membutuhkan tidur siang lagi.

Tidur pagi dan siang (naps) berkaitan erat dengan lamanya atensi, quiet alert, dan cepatnya proses pembelajaran. Pada usia 3 tahun, anak  yang tidur siang akan memiliki kemampuan lebih adaptatif dan hal ini  penting untuk proses keberhasilan di sekolahnya.

Bayi atau batita dapat dikatakan cukup tidur jika jatuh tertidur dengan mudah di malam hari, terbangun dengan mudah di pagi hari, dan tidak memerlukan tidur siang yang melebihi kebutuhan sesuai perkembangannya. Kualitas tidur pada bayi dan batita dapat dipengaruhi oleh banyak hal, baik dari dalam diri atau pun dari luar diri bayi dan batita itu sendiri.

Secara fisik beberapa penyakit yang diderita dapat mempengaruhi tidur anak, seperti adanya penyakit kulit, infeksi telinga, infeksi di saluran pernafasan, dll. Demikian pula dengan masalah psikis anak. Hal ini berkaitan dengan tahapan perkembangan anak, pola pengasuhan, dan aktivitas anak tersebut.

Ada dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas tidur pada bayi atau batita yakni faktor lingkungan dan kultural. Faktor lingkungan mencakup keberadaan aktivitas di sekitar bayi atau batita yang berpotensi mengganggu kualitas tidur. Makanan dan minuman juga berpengaruh, dimana bayi lebih gampang tidur dalam keadaan kenyang. Jenis makanan atau minuman tertentu, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat asma juga mempengaruhi tidur bayi dan batita.

Faktor kultural atau kebudayaan di tempat tertentu adalah hal berkaitan dengan kebiasaan tidur yang menentukan kualitas tidur bayi dan batita. Contohnya kebiasaan tidur bersama dengan berbagi tempat tidur dengan orangtua (co-sleeping) yang banyak diterapkan di Asia, termasuk di Indonesia, dapat mengurangi kualitas tidur bayi dan batita.

Masalah tidur pada bayi dan batita
Pola tidur pada masing-masing bayi memang bervariasi. Tetapi dalam sebulan setelah bayi lahir seharusnya ritme tidur dan bangun yang rutin sudah dapat terbentuk. Sehingga apabila sampai usia 6 bulan bayi masih belum mempunyai pola tidur yang relatif teratur, maka ini dapat diwaspadai karena bisa berarti adanya gangguan tidur pada bayi.
Seorang bayi atau batita dikatakan mengalami masalah tidur bila pada malam hari tidurnya kurang dari 9 jam (masalah kuantitas tidur), terbangun lebih dari 3 kali, dan lama terbangunnya lebih dari 1 jam, selama tidur rewel, menangis, dan sulit jatuh tidur kembali.

Gangguan tidur pada bayi dan batita sering kali dianggap sebagai hal yang biasa. Hasil penelitian yang dilakukan pada para orang tua di 5 kota besar Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, dan Batam) pada tahun 2004/5 terungkap bahwa 72,2% orang tua menganggap gangguan tidur pada bayi dan batita bukan masalah atau hanya merupakan masalah kecil.

Padahal, kekurangan tidur bisa menjadi masalah serius yang berdampak buruk bagi bayi dan batita. Dan perlu dipahami bahwa tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok anak yang menunjang tercapainya tumbuh kembang yang optimal.

Dampak fisik
Kekurangan tidur pada bayi atau batita akan mengganggu sekresi hormon salah satunya hormon pertumbuhan, dan regenerasi sel-sel tubuhnya, sehingga akan menurunkan daya tahan tubuhnya. Akibatnya bayi atau batita menjadi mudah sakit. Kurang tidur juga menyebabkan anak kurang waspada dan mudah mengalami kecelakaan.

Dampak emosi
Secara emosional, bayi dan batita kurang tidur biasanya rewel, sensitif dan cengeng. Pengendalian dirinya buruk dan menjadi gampang marah.

Dampak kognitif dan gerak
Bayi yang terganggu tidurnya akan sulit berkonsentrasi. Keterampilannya kurang baik, sehingga motorik kasarnya menjadi lamban atau justru berlebihan, sedangkan gerak halusnya kurang cermat.

Dampak pada pengasuh dan keluarga
Saat bayi tidur berarti waktu beristirahat bagi orang tua dan pengasuh. Sedikitnya waktu tidur bayi berarti sedikit juga istirahat pengasuhnya. Keadaan ini bisa menjurus pada timbulnya stres dan sering kali diasosiasikan sebagai penyebab depresi setelah melahirkan pada ibu bayi baru lahir.

Tips atasi gangguan tidur pada bayi:
· Kenali atau identifikasi dan atasi gangguan fisik dan psikis pada bayi dan batita
· Pastikan kenyamanan ruang tidur atau lingkungan tidur bayi / batita, dengan ventilasi yang baik, pencahayaan dan suhu udara yang sesuai, dan suasana tenang
· Pastikan bayi diantar tidur pada keadaan perut kenyang dan tubuh bersih
· Perkenalkan kebiasaan tidur yang baik sejak dini, dengan menerapkan rutinitas tidur secara konsisten dengan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan, seperti memeluk bayi atau batita, melakukan sentuhan atau pemijatan pada bayi anda, menyanyikan lagu untuk bayi / batita.
· Bagi ibu pekerja, pastikan pengasuh bayi yang menggantikan peran ibu selama di kantor mengerti cara-cara membantu bayi atau batita tidur lebih baik seperti di atas.

Dr. Rini Sekartini SpAK, 
Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang DKI Jakarta

13 4月

Kalsium, Kembangkan Motorik Anak

Diambil dari Kompas 1 Maret 2008 

gizi01.jpgKALSIUM diketahui sangat penting untuk membantu pembentukan tulang dan gigi pada anak. Namun selain itu, ternyata kalsium juga sangat penting peranannya dalam membantu anak mencapai kemampuan motorik yang optimal.

Menurut DR.Dr. Nani D, Sp.A, setidaknya ada beberapa tahapan yang berbeda pada kemampuan motorik anak. Pada usia 0-2 tahun, anak mulai belajar memegang, meniru, mengangkat, meraih, tengkurap, merangkak, berdiri dan berjalan. Usia 2- 3 tahun, anak belajar meloncat, memanjat, dan melompat dengan satu kaki. Usia 3-4 tahun, anak mulai belajar berjalan-jalan sendiri disekitar rumah, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri. Usia 4-5 tahun, anak mulai belajar melompat dan menari, serta menaruh minat pada aktivitas orang dewasa. Dan pada masa sekolah, anak mulai belajar-hal-hal baru yang memerlukan gerakan otot khusus seperti bermain dan berolahraga.

Perkembangan motorik disebut optimal jika kemampuan motorik dicapai pada waktunya. Karena itu perlu kesiapan sistem saraf, otot dan tulang. Semuanya dapat dicapai lewat aktivitas olahraga teratur, pola hidup sehat dan tentu asupan kalsium yang memadai. Spesialis anak RSB Budi Kemuliaan ini mengungkapkan, sejak dini tabungan kalsium perlu dilakukan. Jika kebutuhan ini mengurang, tentu akan mengganggu proses pertumbuhan si anak. Gigi yang tidak bertumbuh dengan baik, tulang yang mudah keropos dan patah merupakan akibatnya. Hingga pada akhirnya sistem saraf pun akan terganggu pertumbuhannya dan kecerdasan anak akan berkurang. Tak heran bila kalsium mempunyai peranan penting dalam perkembanga kemampuan intelektual dan fungsi otak anak.

Transfer kalsium dari dalam dan luar sel syaraf sangat dekat hubungannya dengan mengaktifkan dan mengistirahatkan pesan otak. Ketika tubuh kekurangan kalsium, pelepasan syaraf pesan akan terhambat dan mekanisme pengaktifan atau pengistirahatan juga akan rusak. Akibatnya, pada anak-anak, mereka menjadi kerap gelisah saat tidur (tidur tidak nyenyak) juga hiperaktif.

Proses pembekuan darah juga tak luput dari peran kalsium. Pada saat anak terluka akibat melakukan suatu aktivitas, darah yang keluar dari tubuh akan cepat membeku bila sel darahnya banyak mengandung kalsium. Lukanya pun akan cepat sembuh, sehingga anak bisa melanjutkan aktivitas lainnya dengan cepat.

Untuk jantung, kalsium sangat bermanfaat bagi berlangsungnya kontraksi otot jantung. Saat jantung berkontraksi, kalsiumlah yang bertugas mengatur ritmenya. Anak dengan kondisi jantung yang sehat dapat melakukan berbagai macam olahraga dan aktivitas seru lainnya. Otot jantung yang sehat mampu mengimbangi aktivitas si anak.

Kebutuhan kalsium tiap anak berbeda, kata Nani. Anak usia kurang dari 1 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 200-400 mg/hari, anak usia 1-9 tahun, membutuhkan 500-600 mg/ hari dan anak usia 10-18 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1000 mg/hari. Kalsium dapat diperoleh dari makanan seperti susu dan produk susu (es krim, keju, yoghurt), serta makanan non produk susu seperti ikan, sayuran, kacang-kacangan, tomat. “Untuk itu diharapkan, agar orangtua dapat mengatur menu sehari-hari agar semua kebutuhan gizi anak tercukupi, baik melalui makanan pokok maupun cemilan apalagi untuk anak yang sulit makan,” ujar Dr. Nani.

13 4月

Bayi butuh tidur berkualitas

Diambil dari Kompas 20 Februari 2008 

bayiumum01.jpgAnda telah dikaruniai bayi atau punya batita? Perhatikan pola tidur buah hati anda. Sudahkah kebutuhannya akan tidur berkualitas terpenuhi? Menurut penelitian para ahli, tidur berkualitas, bukan sekadar tidur, merupakan hal penting dalam proses tumbuh kembang yang optimum pada bayi dan batita, karena di waktu mereka tidur terjadi puncak aktivitas regenerasi sel-sel tubuh dan tumbuh kembang otak.

Pola tidur yang baik pada bayi dan batita paling ideal dibentuk ketika mereka berumur 3-6 bulan. Ciri bayi dan batita yang mendapat cukup waktu tidur adalah mudah tertidur malam hari, mudah terbangun pagi hari, tidak rewel, mudah diatur, dan tak memerlukan tidur siang yang melebihi kebutuhan sesuai dengan perkembangannya.

Tidur berkualitas pada bayi dan batita bisa diperoleh jika mereka melewati dua tahapan tidur, yaitu tidur dalam atau tidur Non-REM (Non-Rapid Eye Movement) dan tidur aktif atau tidur REM.

Proporsi tidur REM pada bayi yang baru lahir adalah sebanyak 50% dari keseluruhan siklus tidur. Angka tersebut akan terus berkurang, hingga tinggal 20%, seiring pertambahan usia bayi.

Pola tidur
Pola tidur bayi dan batita akan berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi yang baru lahir biasanya akan tidur selama 16-20 jam dalam satu hari. Pada umur itu pola tidur tak teratur, lama tidur siang dan malam hampir sama, lebih dipengaruhi oleh rasa lapar dan kenyang bayi.

Pada usia 2-12 bulan, umumnya bayi tidur selama 9-12 jam pada malam hari dan tidur siang 1-4 kali sehari. Ketika berumur 12 bulan-3 tahun, si kecil biasanya tidur selama 12-13 jam sehari, dengan tidur siang rata-rata satu kali saja dalam sehari pada usia 18 bulan.

Anak berumur tiga tahun yang tidur siang akan memiliki kemampuan lebih dalam menyesuaikan diri. Hal itu sangat penting dalam menentukan keberhasilan di sekolahnya. Pada usia empat tahun, anak bisa tidak lagi membutuhkan tidur siang. Tidur pagi dan siang (nap) berkaitan erat dengan lamanya atensi, quiet alert, dan cepatnya proses pembelajaran.

Pola tidur bayi dan batita memang  bervariasi. Tapi, dalam satu bulan setelah bayi lahir, seharusnya ritme tidur dan bangun yang rutin sudah dapat terbentuk. Waspadalah jika hingga umur enam bulan ia masih belum memiliki pola tidur yang relatif teratur, karena itu bisa berarti ia memiliki masalah tidur.

13 4月

Perhatikan Kebutuhan Kalsium Anak

Diambil dari Kompas 12 April 2008

Kalsium merupakan zat yang amat dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh kembang anak optimal, 99 persen kalsium dalam tubuh ada dalam tulang.

Hal ini dikatakan dr Rifan Fauzie, SpA dalam seminar edukasi bertema Maksimalkan asupan Kalsium Sejak Dini untuk Tulang yang Kuat bagi orang tua murid di SDN Percontohan Manggarai 01 Pagi, Sabtu (12/4).

Rifan menjelaskan, sumber kalsium dalam makanan terdapat dalam sayuran daun hijau, biji- bijian, kacang- kacangan(dan olahannya), daging, telur, dan produk-produk susu. Manfaat kalsium bagi tubuh anak yaitu untuk pembentukan tulang, gigi, proses pembekuan darah, sistem metabolisme tingkat sel, dan sistem perkembangan persarafan.

Dokter Rifan menambahkan, tulang adalah pilar utama yang menyangga tubuh dan bertugas melindungi organ dalam seperti jantung, paru- paru dan otak. Tulang juga merupakan  komponen utama yang menentukan kemampuan motorik seseorang selain otot. Proses pembentukan tulang yang paling penting terjadi sejak usia bayi hingga pubertas, oleh sebab itu asupan kalsium harus cukup sejak dini untuk membentuk tulang yang kuat.

Kebutuhan kalsium untuk anak usia 1-9 tahun adalah 500-600 mg/hari menurut standar Keputusan Menteri Kesehatan No. 1593 tahun 2006. Yang penting orangtua bisa mengatur menu makan anak sehari-hari agar semua kebutuhan gizi anak tercukupi, baik melalui makanan pokok maupun camilan apalagi untuk anak yang sulit makan.

Gejala awal kekurangan kalsium tubuh menjadi lesu, lemah, berkeringat, kram otot, nyeri perut, gangguan tidur selanjutnya bisa terjadi kejang dan pembentukan tulang tidak optimal yang bisa menyebabkan tulang keropos (osteoporosis) serta proses pembekuan darah terganggu. “Sedangkan apabila anak Anda kelebihan mengonsumsi kalsium dapat menyebabkan penyumbatan pada fungsi ginjal dan perkembangan metaolisme yang tidal efektif,” ujar Rifan.

Agar kalsium mudah diserap, tubuh harus mempunyai sistem pencernaan yang bagus dan mengonsumsi makanan mengandung kalsium yang mudah diserap (cair) oleh tubuh.

Untuk mencegah kekurangan kalsium sebaiknya dengan diet yang begizi dan seimbang, mengonsumsi makanan mengandung kalsium yang cukup. “Biasakan hidup sehat dan teratur dalam keluarga yang menjadi contoh bagi anak anda, dan menkonsumsi vitamin dan mineral,” imbuh Rifan

13 4月

Susui bayi anda dan jantungnya pun sehat

Diambil dari Detik.com 7 November 2007 

Berbahagialah para ibu yang menyusui bayinya karena apa yang Anda lakukan benar-benar memberikan manfaat besar bagi kesehatan buah hati Anda. Dan kini daftar keunggulan Air Susu Ibu (ASI) terus bertambah panjang.
Hasil penelitian terbaru mengungkapkan, memberikan ASI berarti bayi Anda akan memiliki jantung yang lebih sehat nantinya. Demikian seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Rabu (7/11/2007).
Berbagai hasil studi sebelumnya menunjukkan, bayi-bayi yang diberi ASI mendapat lebih banyak manfaat kesehatan dibanding bayi-bayi yang diberi susu formula. Manfaat itu mencakup lebih sedikit masalah pencernaan, infeksi kuping, perut ataupun usus, penyakit kulit dan alergi, serta lebih sedikit kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi, diabetes dan obesitas.
Dan kini, studi yang dipresentasikan dalam pertemuan Asosiasi Jantung Amerika memberikan fakta baru mengenai pentingnya ASI. Ternyata bayi-bayi yang diberi ASI memiliki level kolesterol ‘baik’ HDL yang lebih tinggi dibanding bayi yang mendapat susu formula ketika dewasa nanti. Level kolesterol HDL merupakan salah satu faktor penting risiko penyakit jantung.
Studi ini meneliti 962 orang yang rata-rata berusia 41 tahun. Mereka diikutkan dalam Studi Jantung Framingham yang berpusat di Framingham, Massachusetts, AS. Mereka yang sewaktu bayi diberi ASI, 55 persen lebih mungkin memiliki level kolesterol high-density lipoprotein atau HDL yang tinggi.

Level HDL yang lebih tinggi dianggap sebagai perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Jadi tunggu apa lagi! Segera susui buah hati Anda.

13 4月

ASI Eksklusif turunkan diare pada bayi

Diambil dari Detik.com 18 September 2007 

Air susu ibu alias ASI memiliki kandungan probiotik dan prebiotik. Itu sebabnya bayi yang mendapat ASI eksklusif, jarang terkena diare.
Probiotik yakni bakteri yang bila dikomsumsi berdampak positif terhadap kesehatan. Sedangkan prebiotik yakni bahan makanan yang bila dikomsumsi akan merangsang probiotik.
“ASI ini sifatnya higienis dan merupakan probiotik alami. Dalam ASI terdapat antibodi terhadap diare,” ujar ahli gastrohepatologi pada Departermen Kesehatan Anak FK UI Prof Agus Hermansyah MD PhD di Hotel Nikko, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2007).
Menurut Agus, usus bayi yang minum ASI dihuni oleh bakteri-bakteri baik seperti lactobacillus dan bifidobacteria dalam jumlah yang dominan.
Namun setelah bayi mulai disapih, maka dominasi bakteri bayi itu akan menurun. “Setelah disapih, maka efeknya menjadi minim, tidak dominan lagi,” jelas Agus.
Untuk menggantikannya, imbuh Agus, bisa dengan mengonsumsi susu formula atau makanan bayi yang mengandung probiotik. Sedangkan untuk mendapat probiotik, bisa diperoleh dari pisang, asparagus dan bawang.
Agus menambahkan, fase mendapat makanan pada bayi ada tiga. Pada umur 0-6 bulan adalah fase cair. Makanan cukup diperoleh dari ASI. Kedua, fase transisi yakni pada umur 6 bulan-1 tahun. Pada fase ini mulai diberi bubur susu. Ketiga, periode padat untuk umur bayi 1 tahun ke atas. “Jadi satu tahun ke atas susu nggak penting lagi tapi justru yang padat,” tandas Agus.

04 2月

Persalinan

Bila mulut rahim akan membuka total, dokter atau bidan akan menyuruh anda pindah ke ruang persalinan. Bila interval kontraksi menjadi 2 menit sekali, mulut rahim membuka 9-10 cm (total), inilah klimaks persalinan. Dari 9 cm ke 10 cm mulut rahim akan membuka perlahan. Bayi bergerak turun dengan cepat dan rasa mengejan semakin kuat. Ikuti petunjuk dokter atau bidan untuk mengejan. Bayi akan keluar sambil memutar tubuhnya sesuai dengan saluran rahim. Air ketuban yang keluar juga akan membantu bayi keluar dengan lancar.

Kondisi bayi saat keluar dari rahim

   è   è   è 

Gambar 1                             Gambar 2                       Gambar 3                      Gambar 4

Gambar 1: Mula-mula bayi menghadap ke samping, dagu dan tangan masih ditarik ke dalam, dan bayi masuk ke tulang pinggul ibu.

Gambar 2: Dengan menyesuaikan dengan bentuk tulang pinggul ibum bayi memutar tubuhnya menghadap ke arah punggung ibu.

Gambar 3: Bayi akan segera keluar dari vagina ibu, dan dengan menyesuaikan diri dengan sudut saluran lahir, bayi akan mengangkat dagunya dan mendorong tubuhnya.

Gambar 4: Sembari kepala bayi keluar, bayi akan memutar tubuhnya ke samping dan satu per satu bahunya keluar dan setelah ini seluruh tubuhnya terdorong keluar.

Bila kepala bayi telah terlihat, ibu akan diminta untuk berhenti mengejan. Bayi akan memutar tubuhnya dan mengeluarkan kedua bahunya dan dengan alami seluruh tubuhnya akan terdorong keluar, maka ikuti petunjuk dokter atau bidan. Tali pusar atau ari-ari bayi akan digunting. Sesaat setelah bayi kelua akan ada kontraksi susulan, dan pada kontraksi ini, dinding rahim dll yang tidak berguna akan keluar dari rahim. Kontraksi susulan ini tidak sesakit kontraksi persalinan. Akan selesai dalam waktu kira-kira 5-20 menit.

Setelah Persalinan 

 

Tindakan terhadap Ibu

Tindakan terhadap Bayi

  Dinding rahim ibu dll akan keluar dari rahim dalam jumlah banyak. Akan dilakukan pemeriksaan apakah tidak adalagi yang tersisa di dalam.   Air ketuban dalam saluran pernapasan bayi akan dihisap keluar.
  Penjahitan kembali bagian vagina ibu yang digunting saat bayi akan keluar, dilakukan dengan bius lokal. Dilakukan pemeriksaan kondisi luka bagian tersebut dan saluran lahir dan dilakukan sterilisasi untuk mencegah infeksi.   Bayi akan dibersihkan/dilap.
  Setelah diukur denyut nadi dan tekanan darah ibu, untuk mencegah pendarahan dalam jumlah besar, ibu beristirahat 2 jam di ruang persalinan selama 2 jam. Setelah tidak ada masalah baru dipindahkan ke kamar.   Diukur panjang tubuh, berat, denyut jantung, warna kulit dll.

 

04 2月

Keinginan Mengejan

Bila mulut rahim telah membuka 5 cm, persalinan akan maju dengan cepat. Bila mulut rahim telah membuka 6 cm, dengan sendirinya anda akan merasa ingin mengejan. Hal ini disebabkan bayi mendorong mulut rahim dengan kepalanya. Namun bila mulut rahim belum terbuka hingga kira-kira 10 cm, anda tidak boleh mengejan. Alasannya:

  • Mulut rahim sebaliknya akan sulit membuka, dan persalinan akan menjadi semakin lama.
  • Bagian vagina luar belum membuka penuh dan belum sepenuhnya elastis, bila kepala bayi tiba-tiba keluar akan menyebabkan robeknya vagina.
  • Mulut rahim belum cukup terbuka, sehingga bila ibu menegjan, bayi akan tertekan dalam saluran rahim yang sempit dan merasa sesak.

Waktu yang dibutuhkan 

  Dari kontraksi awal hingga mulut rahim 5 cm  Dari mulut rahim 5 cm hingga persalinan
Kehamilan pertama  10 jam  6 jam
Kehamilan berikut  3 jam  1 jam

 

Beberapa cara mengurangi keinginan mengejan:

  • Tekan daerah anus

Gambar 1                Gambar 2       Gambar 3

Gambar 1: Duduk dengan kaki dilipat ke belakang, gunakan tumit untuk menekan anus.

Gambar 2: Letakkan bola tenis di bawah pantat.

Gambar 3: Minta suami untuk menekan daerah anus dengan ibu jari atau kepalan tangan.

  • Ambil posisi nyaman

  Gambar 4     Gambar 5

Gambar 4: Berlutut dan buka kedua kaki, lalu angkat pinggang ke atas.

Gambar 5: Posisi Sims (tidur menyamping, jepit bantal di antara kaki, lipat kaki yang di atas bantal).

  • Konsentrasi bernapas

Bernafas dengan irama “Hih .. Hih .. Huuuh ..” secara berulang-ulang.

 

 

04 2月

Kontraksi dan prosesnya

Ada 3 hal penting yang harus ada agar persalinan berlangsung lancar.

  1. Kontraksi rahim: untuk mendorong bayi
  2. Kondisi membukanya mulut rahim dan elastisitas saluran lahir. Bila kontraksi dimulai, dengan sendirinya saluran rahim akan menjadi lunak dan mulut rahim peralahan-lahan akan membuka.
  3. Rotasi bayi. Bayi akan mengangkat dagunya dan sambil memutar tubuhnya akan berusaha untuk melewati saluran lahir.

Lakukan hal berikut selama interval kontraksi 

  • Suplai energi: Makanlah pisang atau roti untuk mencukupi kebutuhan energi yang diperlukan untuk proses melahirkan.
  • Suplai air: Saat kontraksi, leher seringkali kering. siapkan minuman botol (Aqua dll) yang dilengkapi sedotan untuk memudahkan minum.
  • Dinginkan tubuh: Dengan mendinginkan dahi, anda akan lebih merasa segar. Taruh handuk dingin di atas dahi atau dengan mengipas-ngipas.
  • Rileks: Dengarkan CD atau lagu kesukaan anda untuk menenangkan.

 Obat stimulasi kontraksi digunakan bila:

  • Tanggal rencana bayi lahir telah berlalu namun belum juga ada tanda-tanda persalinan (lebih dari 42 minggu). Bila bayi terlalu lama di dalam, fungsi rahim akan menurun dan berakibat buruk pada bayi.
  • Kontraksi ringan terus-menerus. Bila kontraksi telah lebih dari 30 jam namun kontraksi sesungguhnya tidak kunjung timbul.
  • Walaupun terjadi “pecah ketuban premonitori” namun kontraksi tidak kunjung timbul. Agar bayi tidak terinfeksi dan tidak melemah, diberi obat perangsang kontraksi.
  • Saluran rahim mengeras/kaku, mengakibatkan bayi tidak dapat turun.

Cara melewati masa-masa kontraksi 

Selama interval kontraksi, gerakkan tubuh dengan bebas dan jangan terus tiduran. Ambil posisi yang nyaman yang sesungguhnya akan mempercepat proses persalinan. Juga dengan menggerakkan tubuh, mulut rahim akan melunak dan saluran lahir menjadi melebar. Gerakkan tubuh dengan:

  • Berjalan: Berjalan sangat efektif untuk mempercepat proses persalinan, namun juga jangan terlalu memaksa diri.
  • Duduk menghadap sandaran kursi: Berat badan ditaruh pada sandaran kursi, dan tulang pinggung juga akan melebar.
  • Duduk dengan posisi melipat kaki (bersila): Dengan membuka sendi paha, bayi turun lebih mudah, juga baik untuk mengurangi rasa sakit.
  • Memijat pinggang.
  • Jepit bola tenis antara tembok dan pinggang.
  • Memijat pangkal paha dengan bola tenis.
  • Menghembuskan nafas panjang (pernapasan perut).
  • Menggenggam benda (bola, handuk, boneka dll) saat kontraksi datang.
  • Merendam kaki di air hangat: Selain memperlancar aliran darah, juga merilekskan badan.

* Jangan menghirup terlalu banyak udara saat mengambil nafas. karena bila dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan hyperventilation syndrome, di mana tangan dan kaki menjadi kesemutan dan kepala menjadi pusing.

04 2月

Menjelang Persalinan (3)

Dimulainya kontraksi

 Awal-awal perut akan terasa mengembang dan sakit. Kontraksi adalah rasa sakit yang diakibat oleh rahim yang berkontraksi (menekan). Bila bayi telah bersiap untuk lahir, rahim akan berkontraksi secara periodik dan berulang-ulang untuk mendorong keluar sang bayi. Awalnya perut serasa menggembung dan ada rasa sakit seperti menstruasi yang ringan dan periodenya tidak menentu. Ini disebut “Kontraksi premonitori”, yang merupakan gejala awal kontraksi yang sesungguhnya. Setelah itu perlahan-lahan akan muncul rasa sakit yang sangat jelas dan menekan, interval antara rasa sakit yang satu dan berikutnya menjadi teratur 30 menit sekali, kemudian 20 menit sekali dan semakin lama semakin pendek. Bila kontraksi terjadi secara teratur, proses kelahiran akan segera dimulai. Biasanya secara bersamaan mulut rahim akan membuka menjadi lunak dan sedikit demi sedikit mulai membuka. Walaupun pada kontraksi premonitori anda mungkin tidak menyadarinya, namun pada kontraksi yang sesungguhnya, siapapun akan sadar dan merasakannya.

Rasa sakit yang ada saat kontraksi

è  è

  • Perut terasa sakit

        Perut bawah terasa sakit seperti sakit menstruasi, sakit -> hilang -> sakit -> hilang terus berulang-ulang. Merupakan rasa sakit akibat kontraksi rahim. Rasa sakit perlahan-lahan bertambah kuat.

  • Pinggang dan pangkal paha terasa sakit

        Tertekannya tulang pinggul mempengaruhi tubuh daerah bawah. Bayi mulai semakin turun dan menekan daerah tulang pinggul dan saraf sehingga pinggang dan pangkal paha akan terasa sakit.

  • Vagina terasa sakit

        Bayi telah turun, dan sebentar lagi kepala bayi mulai terlihat. Rasa sakit di sekitar vagina luar dan ada rasa seperti mau buang air besar (BAB) yang keras dan berukuran besar.

BIla kontraksi telah teratur, proses persalinan akan dimulai. Bila frekuensinya masih 20-30 menit, tidak perlu tergesa-gesa. Telepon ke rumah sakit kemudian jelaskan kondisinya. Tenangkan diri dan anda bisa mengambil waktu sebentar untuk mandi/shower, makan dan periksa barang2 yang akan dibawa ke rumah sakit. Biasanya beberapa jam pertama frekuensi kontraksi panjang dan maju perlahan, namun berbeda pada setiap orang. Terkadang bisa juga tiba-tiba frekuensinya menjadi 10 menit atau 5 menit sekali, karena itu perhatikan. Umumnya pada kehamilan pertama bila frekuensinya telah 10 menit, segera ke rumah sakit, untuk kehamilan berikutnya biasanya proses berjalan lebih cepat, sehingga bila frekuensinya telah 15 menit, segera ke rumah sakit. Hitunglah waktu (dengan melihat jam) untuk melihat frekuensi kontraksi.

Kapan waktu ke rumah sakit?

Bila anda menghitung frekuensi kontraksi dan terjadi 6 kali dalam 1 jam (10 menit sekali) dan sekali kontraksi berlangsung kira-kira 30 detik, berarti kontraksi yang sesungguhnya telah dimulai. Inilah timing untuk pergi ke rumah sakit.

 

 

04 2月

Menjelang Persalinan (2)

Pecahnya ketuban

Ada 2 macam pecah ketuban (lihat gambar):

  • Pecah ketuban posisi atas
  • Pecah ketuban total

Berbeda dengan cairan lendir, pecah ketuban merupakan proses yang pasti akan dilalui setiap wanita yang melahirkan. Pecah ketuban merupakan hal yang umum terjadi proses melahirkan, namun ada juga kasus “Pecah ketuban dini”  dan diikuti proses melahirkan. Yang dimaksud dengan pecah ketuban adalah robeknya selaput indung telur yang membungkus bayi. Jumlah air yang keluar tergantung dari posisi/letak robeknya selaput indung telur. Pada “Pecah ketuban total”, selaput yang robek adalah yang berada dekat mulut rahim, dan air ketuban yang keluar banyak. Pada “Pecah ketuban posisi atas”, selaput yang robek adalah yang jauh dari mulut rahim, dan hanya menyebabkan basahnya celana dalam, dan sulit membedakan apakah ini air seni yang bocor atau air ketuban. “Pecah ketuban dini” dikhawatirkan menyebabkan infeksi. Pakailah pembalut yang bersih, kemudian segera ke rumah sakit.

Bila air ketuban berwarna hijau, segera ke rumah sakit !

Warna air ketuban umumnya tidak berwarna/transparan/bening hingga pink tawar. Bila warnanya seperti ini maka tidak ada masalah pada bayi. Namun bila berwarna kehijauan, maka itu tanda bahwa bayi mengalami tekanan/stres sehingga mengeluarkan tinja dalam air ketuban, atau tanda terinfeksi kuman. Keduanya merupakan kondisi yang bahaya, segeralah ke rumah sakit.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat terjadi pecah ketuban

Yang harus segera dilakukan:

  • Pakai pembalut tipe keluar banyak atau handuk yang bersih.
  • Tenangkan diri sambil menelpon ke rumah sakit atau rumah sakit bersalin. Jangan bergerak terlalu banyak pada saat ini. Ambil nafas dan tenangkan diri, lalu telponlah rumah sakit atau rumah sakit bersalin.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Tidak boleh berendam dalam bath tub, karena bayi ada resiko terinfeksi kuman.
  • Jangan bergerak mondar-mandir atau berlari ke sana kemari, karena air ketuban akan terus keluar. Berbaringlah dengan pinggang diganjal supaya lebih tinggi.

Cara membedakan air ketuban dengan air seni

1. Warna

Air ketuban umumnya tidak berwarna/transparan, bila bercampur dengan lendir akan menjadi pink tipis. Air seni umumnya berwarna agak kekuningan.

2. Bau

Air seni berbau amoniak, tapi air ketuban berbau seperti cairan sperma.

3. Bisa tidaknya dihentikan.

Bila anda menahan daerah sekitar anus dan berhenti, maka itu adalah air seni. Bila tidak berhenti maka merupakan air ketuban. Bila keluar saat anda bergerak itu pun adalah air ketuban.

03 2月

Menjelang Persalinan (1)

Walaupun tanda-tanda persalinan sudah terlihat, jangan panik!

Keluarnya cairan lendir merupakan tanda awal persalinan. Selaput indung telur mengalami gesekan sehingga berdarah. Warna dan jumlah cairan yang keluar pada setiap orang berbeda. Bentuknya seperti lendir yang bercampur dengan darah. Menjelang persalinan, rahim berkontraksi dan saat mulut rahim mulai akan membuka, selaput indung telur yang membungkus bayi tergesek dinding rahim, sebagiannya akan terkelupas dan mengeluarkan darah, lalu bercampur dengan lendir. Pada umumnya setelah keluar cairan lendir, beberapa hari kemudian akan timbul kontraksi. Bila darah keluar cukup banyak dan anda merasa sakit, hal itu bukanlah lendir cairan ini namun mungkin ada masalah.

Wujud cairan lendir bermacam-macam namun yang utama adalah perasaan “lembab/basah”. Cairan ini lembab seperti lendir, dan darah akan berhenti dalam 1-2 hari dan tidak ada rasa sakit. Umumnya darah yang keluar tidak sebanyak saat menstruasi.

Macam-macam Cairan Lendir:

  • Lendir bercampur darah sehingga berwarna pink.
  • Keluar darah seperti menstruasi.
  • Keluar darah seperti menstruasi hingga lendir yang berwarna pink.
  • Keluar darah berbentuk seperti selai.
  • Keluar darah berwarna agak kecoklatan.
  • Keluar darah beberapa kali.

Waktu sejak keluarnya cairan lendir hingga kontraksi berbeda pada tiap orang, umumnya dari sehari hingga seminggu. Namun tidak selalu diikuti kontraksi, ada juga yang mengalami pecah ketuban baru setelahnya timbul kontraksi.

Berhati-hatilah terhadap pendarahan berikut ini:

  • Bila darah yang keluar lebih banyak daripada menstruasi, kemungkinan ada kelainan.
  • Bila tidak berhenti lebih dari 1-2 hari, ada kemungkinan bahaya.
  • Sakit perut yang berkepanjangan atau sakit perut yang mendadak perlu diwaspadai.
  • Pendarahan yang terus mengalir keluar dan darah yang keluar segar harus diwaspadai.
03 2月


31 1月

Test

testksfksdf

30 11月

Welcome to WordPress

WordPress の世界へようこそ。
このテスト用の投稿は、インストールが問題なく終了したことを意味しています。早速この内容を編集、もしくは削除してあなた自身のブログを始めてください。

© 2010 Informasi Bayi dan Kehamilan dari Jepang | Entries (RSS) and Comments (RSS)

Powered by Wordpress, design by Web4 Sudoku, based on Pinkline by GPS Gazette